Global TV, James Schwoch

Adhe Nuansa Wibisono, S.IP
Kajian Terorisme FISIP UI
Jakarta, Jum’at 1 Maret 2013

Sumber Utama : James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009)
Rangkuman
Artikel James Schwoch ini mencoba untuk memberikan pemaparan mengenai ide pengembangan sistem telekomunikasi satelit global yang diinisiasi oleh Amerika Serikat. Pada Juli 1961, National Aeronautics and Space Council (NASC) berpendapat bahwa Amerika Serikat memerlukan suatu sistem informasi satelit yang dirancang untuk memudahkan perdagangan internasional, yang kemudian dirancang sebagai dasar dari sistem telekomunikasi satelit global.[1]Rencana pengembangan sistem satelit global ini kemudian dijalankan oleh perusahaan AT&T, produsen dari Telstar. AT&T berargumen bahwa hanya Amerika Serikat yang memiliki jaringan telekomunikasi komersial terbaik dalam level kompleksitas distribusi sinyal. Kemudian AT&T merencanakan sebuah sistem komunikasi satelit yang memiliki jalur telekomunikasi dan telefon komersial. Jika ide mengenai sistem komunikasi satelit global ini dapat dijalankan secara global maka bayangannya adalah Amerika Serikat memiliki akses langsung melalui siaran televisi di seluruh dunia yang menghubungkan mereka dengan pemirsa dari seluruh negara di dunia, tujuan utama yang ingin dicapai adalah bagaimana menyentuh seluruh orang di dunia dengan suatu imaji global akan Amerika Serikat.[2]

Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, memberikan pernyataan mengenai rencana ini pada “Report to Congress on United States Aeronautic and Space Activities” dengan mengatakan bahwa komunikasi berbasiskan satelit sebagai “teknologi baru yang membawa kita pada sudut terjauh dari bumi melalui jangkauan yang dicapai oleh komunikasi visual dan suara” merupakan kepentingan nasional dari Amerika Serikat.[3]Kemudian pada suatu analisa kebijakan dalam perencanaan sistem komunikasi global pada masa pemerintahan Kennedy, tertanggal 4 Oktober 1962, terdapat perencanaan antara Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan beberapa negara lainnya mengenai kerjasama memorandum jaringan komunikasi satelit ekstrateritorial yang menekankan pada “sistem komunikasi satelit yang dapat dioperasikan secepat mungkin” yang dapat meningkatkan prestise dan keuntungan ekonomi Amerika Serikat. Layaknya sebuah sistem yang “meningkatkan keuntungan politik dikarenakan meningkatnya komunikasi internasional, termasuk juga komunikasi dengan negara-negara komunis” dan juga “meningkatkan perkembangan ekonomi negara-negara berkembang dan juga hubungan baik Amerika Serikat dengan mereka dalam suatu sistem global dalam suatu jalur akses yang lancar sebagaimana dengan negara-negara industri maju”.[4]
Kemudian pada tahun 1962 melalui pengesahan undang-undang di kongres, didirikanlah Communications Satellite Corporation (COMSAT) sebagai suatu bentuk kerjasama antara pemerintahan Amerika Serikat dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Kerjasama ini diadakan untuk mewujudukan sebuah sistem tunggal komunikasi dan juga mencegah adanya kemungkina AT&T menjadi perusahaan satu-satunya yang memonopoli bidang telekomunikasi. COMSAT juga diarahkan kepada upaya telekomunikasi transatlantik melalui satelit sebagai alternatif dari model telekomunikasi via kabel bawah laut yang digunakan oleh AT&T. COMSAT diharapkan dapat menjadi perusahaan satelit yang dapat menangani seluruh komunikasi internasional antara Amerika Serikat dengan seluruh negara di dunia.[5]Kemudian pada suatu Konferensi Regional negara-negara Eropa yang diadakan di Roma pada 1963, dibentuklah satu lembaga yang dijadikan sebagai mitra kerja dari COMSAT untuk melayani negara-negara Eropa pada jasa komunikasi satelit yaitu, International Telecommunications Satellite Organization(INTELSAT). Program ini kemudian diperkuat dengan sebuah kerjasama an interim pada Agustus 1964 yang meliputi Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, dan beberapa negara Eropa Barat.[6]
  Satu hal menarik yang saya dapatkan dari artikel ini adalah adanya pernyataan dari delegasi Indonesia pada International Telecommunications Union (ITU) mengenai rencana konsep televisi global melalui jaringan satelit yang terintegrasi, “Sangat tidak dapat diterima jika Presiden Kennedy dapat menggunakan komunikasi satelit untuk berbicara langsung kepada masyarakat luas di Indonesia yang dimana Presiden Soekarno seharusnya berbicara juga kepada mereka tetapi tidak dapat dilakukan dikarenakan keterbatasan teknologi dan fasilitas yang ada”.[7]Poin lain yang juga penting untuk dilihat adalah ujicoba pertama INTELSAT pada siaran Olimpiade Tokyo 1964. Ujicoba dilakukan menggunakan satelit Syncom III yang mengirimkan siaran langsung dari Olimpiade menuju Amerika Serikat, sinyal dikirim via gelombang microwave dari Tokyo menuju Kashima (lokasi pemancaran sinyal di Jepang, 50 mil dari Tokyo) kemudian sinyal dihubungkan dengan Pacific Missile Range di Point Mugu, California kemudian Los Angeles yang akhirnya akan didistribusikan kepada jaringan televisi di Amerika Serikat.[8]
Program INTELSAT juga sebenarnya telah ditawarkan kepada Uni Soviet dan negara-negara Eropa Timur oleh Presiden Lindonn B. Johnson pada tahun 1967 tetapi tidak mendapat jawaban dari Kremlin. Para birokrat Amerika Serikat dari State Department’s Bureau of Intelligence and Research meragukan kemampuan “Uni Soviet untuk melanggar kesepakatan kerjasama regional dan kemudian mampu membentuk sistem komunikasi satelit mandiri yang terpisah dari INTELSAT”. Kemudian Uni Soviet merespon tawaran bergabung dengan INTELSAT itu dengan membentuk sebuah sistem komunikasi satelit global milik mereka sendiri yang disebut dengan Intersputnik. Uni Soviet mengabaikan keunggulan yang dimiliki INTELSAT (berdasarkan pada investasi dan perdagangan) dan menjadikan Intersputnik sebagai konsorsium satelite alternatif dari negara-negara Sosialis-Komunis.[9]
Analisa dan Kesimpulan
  
Pada artikel yang dipaparkan oleh James Shwoch ini kemudian saya dapat melihat bahwa Amerika Serikat sejak tahun 1960-an telah memikirkan bahwa teknologi informasi dan komunikasi kemudian akan menjadi suatu alat politik yang vital bagi perkembangan politik internasional. Negara mana yang mampu mendominasi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi maka dia akan mampu mendominasi wilayah pengetahuan, ekonomi politik dan juga militer. Teknologi komunikasi pada tahun 1960-an tentu saja tidak bisa dibayangkan dengan teknologi informasi saat ini yang sangat hyper-connected dengan adanya internet yang mengubungkan seluruh dunia. Komunikasi jarak jauh menjadi satu hal penting bagi pola komunikasi antar negara saat itu. Kita kembali melihat ide Amerika Serikat mengenai pengembangan telekomunikasi satelit ini sebagai sebuah sarana “televisi global” yang mampu menghubungkan Amerika Serikat dengan masyarakat di berbagai negara di seluruh dunia, bagaimana Amerika Serikat dapat memberikan “imaji global” kepada dunia.
Tentu saja kita harus melihat hal ini secara kritis bahwa Amerika Serikat telah lama menjadikan propaganda audiovisual sebagai suatu sarana yang efektif, ide pengembangan telekomunikasi satelit ini tidak bisa dilepaskan dari skeptisme akan intensi politik yang ingin dicapai oleh Amerika Serikat. Kekhawatiran ini dirasakan pula oleh delegasi Indonesia pada konferensi ITU pada tahun 1960-an, yang melihat dengan adanya teknologi komunikasi yang sedemikian canggih (pada zamannya) ini akan membuat seorang presiden Amerika Serikat mampu untuk menyentuh dan berkomunikasi langsung dengan banyak penduduk dari banyak negara, artinya ide pengembangan telekomunikasi satelit ini akan sangat menguntungkan Amerika Serikat. Dari sisi lain kita juga melihat era pengembangan telekomunikasi satelit ini sebagai babak baru bagi pola komunikasi negara-negara dalam politik internasional. Komunikasi satelit ini kemudian memberikan dampak baru bagi konsep “nation border”, artinya ide-ide mengenai batas-batas wilayah suatu negara kemudian menjadi sangat bergeser dan cair, Marshall Mcluhan (1962) menyebutnya sebagai “Global Village” suatu desa global yang masyarakatnya saling terhubung antara satu dengan lainnya.
Saya akhirnya menyimpulkan bahwa ide menyatukan pemikiran manusia di seluruh dunia adalah ide yang tadinya sangat mustahil, tetapi dengan adanya perangkat pengembangan telekomunikasi satelit, itu semua terlihat menjadi suatu ide yang masuk akal. Dalam pengertian bahwa manusia di seluruh dunia coba dihubungkan melalui suatu perangkat telekomunikasi satelit audiovisual. Seperti yang dikatakan Presiden Kennedy akan “teknologi baru yang akan membawa kita pada sudut terjauh dari bumi”, seperti itu jugalah imaji global Amerika Serikat menyebar ke seluruh pelosok negara di dunia melalui telekomunikasi satelit ini. Dominasi Amerika Serikat pada teknologi informasi ini yang kemudian juga menyebabkan terjadinya dominasi Amerika Serikat pada wilayah politik, ekonomi dan pengetahuan negara-negara lainnya di dunia.
Referensi
Schwoch, James A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009)


[1] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 139
[2] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 140
[3] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 141
[4] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 141
[5] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 143
[6] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 144
[7] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 144
[8] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 145
[9] James Schwoch, A New Idea Capable of Uniting the Thoughts of People All Over the Earth” dalam “Global TV : New Media and the Cold War, 1946-69”, (University of Illinois Press : 2009), hal 151