Adhe Nuansa Wibisono
Kadiv Pengkajian KAMMI Komisariat UGM 2008-2009
Kondisi organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (selanjutnya disingkat KAMMI) Komsat UGM pada periode 2008-2009 ini memiliki beberapa kelemahan juga kelebihan. Sebelum kita memasuki bagian tersebut penulis akan menjelaskan sedikit mengenai organisasi ini. Definisi dari KAMMI Komisariat sesuai dengan yang tercantum dalam ART KAMMI Bagian IV, pasal 23, ayat 1 menyebutkan bahwa : Komisariat merupakan satu kesatuan organisasi di bawah Daerah yang dibentuk di satu perguruan tinggi atau satu/beberapa fakultas dalam satu perguruan tinggi
KAMMI Komisariat (Selanjutnya disingkat Komsat) UGM adalah organisasi cabang dari KAMMI yang berada di level universitas di Universitas Gadjah Mada di bawah koordinasi dari KAMMI Daerah Istimewa Yogyakarta. Struktur kepengrusuan KAMMI Komsat UGM terdiri dari Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum dan para Kepala Departemen. 
Yang menarik dari KAMMI Komsat UGM adalah adanya sistem rumpun di bawah Komsat yang dibentuk melihat cakupan wilayah UGM yang begitu luas dan terdiri dari 18 fakultas. KAMMI Komsat UGM terbagi atas empat rumpun yaitu Sosial Humaniora (Isipol, Hukum, Ekonomi,Psikologi, Ilmu Budaya dan Filsafat), Agro Raya (Pertanian, Kehutanan, Teknologi Pertanian, Peternakan dan Kedokteran Hewan), Biogeosainstek (Biologi, Geografi, MIPA dan Teknik) dan  Fakes (Farmasi, Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi). 
KAMMI Komsat UGM periode 2008-2009 telah melaksanakan  beberapa program kerja yang telah disusun di awal kepengurusan seperti pelaksanaan Musyawarah Kerja, Daurah Marhalah I, Madrasah KAMMI, Daurah Siyasi, Diskusi Rutin, Forum Keluarga, Rihlah, dan Aksi Penyikapan. Penilaian penulis pada kepengurusan KAMMI Komsat tahun ini adalah kinerja pengurus belum dikatakan dapat berjalan secara optimal dikarenakan terdapat beberapa pengurus harian yang tidak menjalankan amanah dengan optimal karena alasan pribadi dan akademik, bahkan ada yang mengundurkan diri di tengah-tengah kepengurusan. 
Praktis Pengurus Harian Komsat hanya aktif ditopang oleh Ketua Umum, Sekretaris Umum, Departemen Kaderisasi dan Departemen Kajian dan Strategis. Selain permasalahan tersebut, terdapat juga permasalahan pengelolaan dan pemberdayaan kader paska Daurah Marhalah I(selanjutnya disebut DM I), karena para kader bentukan DM I adalah aktivis-aktivis lembaga yang sudah terkaryakan di lembaga-lembaga lain seperti BEM Fakultas, BEM Universitas, dan SKI Fakultas. Tidak jarang para alumni DM I adalah orang yang memegang amanah di dua atau tiga lembaga lain sehingga prioritas para kader sudah tercurahkan ke lembaga tersebut dan sulit untuk membagi waktunya di KAMMI Komsat UGM. 
KAMMI Komsat UGM juga belum mampu melakukan fungsi kemandirian finansial yang tentu saja sedikit banyak akan berpengaruh pada gerak organisasi, karena pendanaan adalah salah satu jenis “bensin” agar mesin yang bernama KAMMI Komsat UGM dapat terus berjalan.
Tiga permasalahan tadi penulis nilai menjadi tiga hal yang harus diselesaikan segera dalam kepengurusan periode berikutnya dengan beberapa tawaran solusi, yaitu :
(1) Memilih, merancang dan membangun Pengurus Harian yang solid dan berkomitmen terhadap kepengurusan KAMMI Komsat UGM dengan membangun shared-meaning, shared-values dan shared-vision di masa awal kepengurusan.
(2) Melakukan negosiasi dengan para kader KAMMI di lembaga lain (BEM Fakultas, BEM Universitas, SKI Fakultas) agar dapat melakukan pembagian prioritas dan amanah terhadap kader-kader angkatan baru sehingga tidak terjadi tabrakan amanah dan rebutan kader.
(3) Membentuk kepengurusan Rumpun yang kuat agar Komsat dapat memaksimalkan daya jangkau kepada kader-kader yang terdapat di fakultas dimana Rumpun memiliki fungsi sebagai jalur informasi, instruksi, pembangunan kultural kader.
(4) Memfokuskan diri pada pembangunan fungsi kemandirian finansial dengan memaksimalkan kekuatan jaringan kader KAMMI Komsat UGM yang tersebar di hampir seluruh fakultas di UGM, bisnis kreatif seperti merchandise KAMMI (jaket, mug, pin, kaos, batik) dapat menjadi produk menarik yang juga membangkitkan semangat ke-KAMMI-an di kader dan menjadi media publikasi KAMMI bagi mahasiswa dan masyrakat secara umum.
Semoga KAMMI Komsat UGM dapat terus berbenah dan menjadi wadah perjuangan permanen yang membentuk kader pemimpin demi bangsa dan negara Indonesia yang Islami, Allahu Akbar!!!