Adhe Nuansa Wibisono

Hubungan Internasional UGM
Michael Foot adalah seorang politisi dari partai Buruh di Inggris yang lahir pada 23 Juli 1913 di Plymouth, Devon. Pada tahun 1937 dia bergabung dengan mingguan beraliran kiri Tribune yang menyerukan Kampenye penyatuan dan bertujuan untuk mewujudkan front bersatu anti fasis. Karir politiknya dimulai dari keaktivannya di Partai Buruh dilanjutkan dengan menjadi perwakilan partai buruh pada aktivitas politik di Inggris seperti berbagi pemilu baik tingkat lokal, regional maupun nasional yang mengantarkannya menjadi politisi Partai Buruh di parlemen Inggris. Pada tahun 1980-1983 dia menjadi perdana menteri oposisi dari Partai Buruh.
Hal paling dominan dari Michael Foot adalah garis politiknya yang beraliran kiri dimana dia menjadikan keyakinannya akan itu sebagai panduan bagi aktivitas politik yang dilakukannya. Michael Foot bukan hanya seorang politisi dia juga beraktivitas sebagai jurnalis, protester dan aktivis perdamaian. Dalam dunia aktivisme perdamaian dia memusatkan diri pada isu ”Nuclear Disarmament”, hal ini sebagai reaksi dan respon Foot atas pergolakan politik yang terjadi di dunia pada masa Perang Dingin.
Beberapa komentar Foot tentang perlombaan senjata nuklir adalah “There can be no subject more important than this one of what we are going to do about these weapons which are going to blow us all to pieces,” Ya begitulah Michael Foot menganggap tidak ada yang lebih penting daripada isu senjata nuklir karena senjata ini dapat menghancurkan kita berkeping-keping.Selain itu seperti “I’m very much opposed to that. All those governments, including ours, who signed the NPT need to start adhering to it.” Dapat dilihat konsistensi Foot dalam menyerukan isu “Nuclear Disarmament” agar setiap negara menghormati dan mengikuti lagi kesepakatan yang telah dibuat dalam NPT melihat gejala perlombaan senjata yang merebak di negara-negara lain seperti India, Pakistan, Israel dll.
Foot membentuk CND (Committee on Nuclear Disarmament) yang beranggotakan Bertrand Russel, Canon John Collins dari Katedral St Paul, JB Priestley dan aktivis perdamaian Peggy Duff. CND melakukan perlawanan dan protes terhadap perlombaan senjata nuklir salah satunya adalah demonstrasi selama tiga hari untuk menentang pengembangan nuklir yang dilakukan oleh Inggris pada 17 Februari 1958. Demonstrasi itu dihadiri massa berjumlah 5000 orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat seperti pelajar, pendeta dan aktivis perdamaian.

Referensi :
http://www.timeout.com/london, Michael Foot : Interview
http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Foot