#LesehanDemokrasi – Serial Diskusi Rutin Pengurus Pusat KAMMI
Rangkaian kedua diskusi #LesehanDemokrasi memiliki tema “Menyikapi Isu Kerakyatan : Kenaikan Harga BBM di Era Pemerintahan Jokowi-JK”. Rencana Pemerintahan Jokowi-JK untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium memicu berbagai reaksi di masyarakat. Harga BBM premium yang saat ini berharga sekitar 6500 Rupiah rencananya akan dinaikkan sebesar 3000 Rupiah menjadi 9500 Rupiah. Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, seperti dilansir Kompas (1 November 2014) mengatakan bahwa kenaikan harga BBM bersubsidi tinggal menunggu waktu. Terlebih lagi, jatah atau kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter yang telah dipatok dalam APBN Perubahan 2014 pada tahun ini tidak mencukupi. Sofyan Djalil juga menegaskan bahwa PT Pertamina sudah menyebutkan bahwa kuota BBM tahun ini akan bertambah 1,9 juta kiloliter.
Sementara itu Menteri ESDM, Sudirman Said, seperti yang dilansir Sindonews (31 Oktober 2014) beralasan bahwa subsidi BBM dalam 5 tahun terakhir ini telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1300 trilyun, sementara anggaran kesejahteraan masyarakat hanya berjumlah sebesar Rp 600 trilyun dalam kurun waktu yang sama. Sudirman Said juga menjelaskan bahwa akan ada pengalihan subsidi BBM kepada pembangunan sarana prasana, pembangunan irigasi, program untuk nelayan, pembagian kartu sehat dan memberikan bantuan tunai kepada rakyat kecil.
Hal yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah kenaikan harga BBM ini secara sistematis juga akan menyebabkan inflasi dan memicu lonjakan harga-harga bahan pokok lainnya? Apakah dengan kebijakan kenaikan harga BBM ini akan berdampak pada meningkatnya garis kemiskinan di Indonesia? Seberapa efektif program pengalihan subsidi dapat mengatasi dampak negatif kenaikan harga BBM terhadap rakyat?
Pemantik :
Dr. Handi Risza Idris, SE, M.Ec [Pengamat Ekonomi Universitas Paramadina]
Sabtu, 8 November 2014, Jam 19.00 – selesai
Sekretariat PP KAMMI, Jl. Penggalang Raya, No.3
Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta
CP : Romidi [085273004259]
*diskusi terbuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum
Diselenggarakan oleh :
Pengurus Pusat KAMMI
KAMMI #UntukIndonesia