![]() |
| Duta Besar AS, Robert O. Blake sumber foto : http://blogs.wsj.com/indonesiarealtime/tag/u-s-ambassador-robert-o-blake/ |
Laporan Johannes Nainggolan, Kamis 21 Januari 2016, 18:36:00 WIB
RMOL. Pemerintah Indonesia mesti mengantisipasi isu militerisme dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang akan digalang Amerika Serikat terkait situasi Papua.
Pengamat politik dan hubungan internasional dari Universitas Al Azhar Indonesia, Adhe Nuansa Wibisono, mengatakan itu menyusul kunjungan Dubes AS untuk RI, Robert Blake, ke Papua pekan ini. Ia menilai Dubes AS tidak mungkin hanya membahas isu konservasi dan kesehatan di Papua.
Menurutnya, Blake membahas militer Indonesia yang menjaga kawasan tambang PT Freeport kala menemui berbagai tokoh aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan HAM di Papua.
“Dubes AS akan memainkan isu pelanggaran HAM oleh militer. Ini menjadi satu kunci untuk memainkan posisinya dalam Freeport. Isu HAM ini akan menjadi kelemahan pemerintah Indonesia dalam menghadapi AS di isu Freeport ini,” ungkap Adhe kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/1).
Adhe menilai, gerakan sparatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) sangat berpengaruh terhadap kuat dan masifnya isu militerisme Indonesia di tataran global.
“Gerakan sparatis OPM merupakan kartu truf untuk melancarkan isu militerisme,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Adhe menambahkan makna kunjungan Blake ke Papua tentu untuk memberikan tekanan dan memastikan aset strategis pemerintah AS, dalam hal ini PT Freeport Indonesia, tetap aman dan berjalan tanpa gangguan berarti.
“Komunikasi Dubes AS dengan Gubernur Papua Barat Abraham Atururi, LSM dan Komnas HAM di Papua dapat dilihat dari sisi itu,” pungkas Adhe. [ald]
Sumber : http://politik.rmol.co/read/2016/01/21/232895/Isu-HAM,-Kunci-AS-Dalam-Negosiasi-Freeport-
Sumber : http://politik.rmol.co/read/2016/01/21/232895/Isu-HAM,-Kunci-AS-Dalam-Negosiasi-Freeport-
Recent Comments