Duta Besar Inggris Moazzam Malik bertemu Gubernur Papua Lukas Enembe
sumber foto : http://news.liputan6.com/read/2416284/inggris-bantu-pendidikan-dan-penghijauan-lahan-di-papua

Laporan Johannes Nainggolan, Kamis 21 Januari 2016, 17:53:00 WIB

RMOL. Pemberian beasiswa Chevening dari pemerintah Inggris kepada masyarakat Papua tidak boleh dianggap remeh. Soal beasiswa Chevening itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk RI, Moazzam Malik, ketika berkunjung ke Jayapura, Papua, kemarin.
Malik mengungkapkan bahwa negaranya ingin mempromosikan kerjasama pendidikan dan mengajak lebih banyak lagi masyarakat Papua untuk belajar di Inggris, termasuk lewat beasiswa Chevening.
Pengamat politik dan hubungan internasional dari Universitas Al Azhar Indonesia, Adhe Nuansa Wibisono, menilai penawaran beasiswa Chevening untuk masyarakat Papua berkaitan dengan dukungan pemerintah Inggris terhadap keberadaan organisasi Free West Papua Campaign di Inggris. Beasiswa ini didanai Pemerintah Inggris bagi kandidat-kandidat berprestasi untuk meraih gelar S2 mereka selama setahun di universitas-universitas Inggris. Baca: AS Dan Inggris Usik Pembangunan Jokowi Di Papua
Peresmian kantor perwakilan Papua Merdeka di Oxford pada 2013 merupakan hasil kerja Free West Papua Campaign. Saat itu, anggota parlemen Inggris dan Walikota Oxford ikut menghadiri pendirian kantor Papua Merdeka.
“Tidak ada makan siang gratis yang diberikan dalam skema beasiswa tersebut. Dukungan Inggris terhadap pembukaan kantor perwakilan Papua Merdeka adalah bentuk intervensi atas kedaulatan politik dan urusan domestik Indonesia,” ungkap Adhe kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/1).
Lebih Jauh, Adhe mengingatkan akan keberadaan British Petroleum di Papua Barat. Menurutnya, kunjungan Duta Besar Moazzam Malik ke Papua tentu berhubungan dengan kepentingan menjaga aset strategis pemerintah Inggris di Papua agar tetap aman.
“Tentunya kunjungan formal yang dibungkus dengan pemberian beasiswa punya latar belakang kepentingan untuk menjaga aset strategis pemerintah Inggris di Papua tetap aman,” tutup Adhe.
Duta Besar Inggris untuk RI, Moazzam Malik, melakukan lawatan ke Papua. Agendanya di Papua dijadwalkan selama 20-23 Januari 2016. Dalam lawatan tersebut, rombongan Dubes Inggris mengunjungi Universitas Cenderawasih di Papua dan Universitas Papua di Papua Barat
Sebelum Malik, Duta Besar Amerika Serikat untuk RU, Robert Blake, sudah lebih dulu tiba di Papua. Blake mengatakan Papua sangat penting bagi negaranya, karena itu ia merasa perlu menemui para tokoh masyarakat dan aktivis HAM di Papua. Blake juga sempat mengumpulkan pendapat tentang persepsi masyarakat Papua terhadap pemerintahan Joko Widodo. [ald]

Sumber : http://politik.rmol.co/read/2016/01/21/232888/Inilah-Sesuatu-Di-Balik-Kebaikan-Inggris-Terhadap-Papua-