Pandangan Lenin mengenai demokrasi dan diktatorian dilihat dari pembagian identitasnya akan kelas-kelas sosial yaitu kelas borjuis dan kelas proletar. Kelas borjuis adalah kelompok orang yang melakukan ekspolitasi terhadap pihak lain dengan memanfatkan segala fasilitas yang mereka miliki baik uang, jaringan maupun kekuasaan.
Kelas proletar adalah orang yang terekploitasi, yang ditindas sehingga harus melakukan pertentangan kelas untuk mengambil alih dari kelas borjuis. Menurut Lenin republik demokrasi (ala borjuis) pada praktiknya adalah kediktatoran borjuis, kediktatoran pengeksploitir terhadap kelas pekerja. Lenin menganggap harus ada pergantian kekuaasaan dari kediktatoran borjuis kepada kediktatoran proletariat, menggantikan demokrasi untuk yang kaya kepada demokrasi untuk yang miskin.
Bucharin mencoba meyakinkan bahwa konsepsi akan Tuhan adalah pemujaan kepada seseorang pada zaman dahulu kala yang sangat berkuasa dan perlahan-lahan masyrarakat menyembahnya. Bucharin meragukan konsepsi Ketuhanan dalam agama katolik dan melihatnya sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaan para klergi atau pendeta.
Pandangan ini ditolak dalam Islam karena tidak adanya kekuasaan absolut di tangan para pendeta/penguasa agama, tidak ada status istimewa seseorang sehingga dapat memberikan surat pengampunan dosa kepada orang lain. Konsepsi kekuasaan dalam Islam adalah amanah / tanggung jawab bukan untuk memperkaya atau menguntungkan sekelompok orang tertentu. Tidak tepat jika kritik Bucharin terhadap agama katolik menjadi parameter dalam melihat “agama” secara keseluruhan.
Masyarakat terjebak dalam kesadaran semu sehingga harus dibagnkitkan kesadaran riil di dalam kesadaran semu tersebut. Kesadaran kelas ini menjadi awal bagi perlawanan terhadap penindasan yang dilakukan oleh kelas borjuis, menyadarkan masyrakat yang selama ini tertidur bahwa ada masalah , ada penindasan dan menjadikannya awal dari perlawanan terhadap penindasan. Bagimana dapat melawan jika tidak sadar kalau selama ini terjadi penindasan? Sebuah logika yang menurut penulis sangat mudah dipahami, entah sebagai fakta ataupun sebagai sebuah propaganda.
Recent Comments